Senin, 05 September 2016

>> >> JEPANG vs LOKAL

http://harianjogja.bisnis.com/read/20150627/8/1096/ramadan-omzet-penjualan-mukena-naik-50
Iseng-iseng siang ini mengulas bahan kain ah. Kebetulan Rumah Asa di lini kreatifnya sering bikin mukena atau gamis dan dress dari bahan katun jepang atau katun jepang reaktif. Jadi gini ya Say, ada banyak pertanyaan juga dari pemustaka alias peminjam dan pebaca buku tentang apa sih katun, apa to katun jepang, aslinya kek mana, palsunya yang gimana pula? Maklum mereka ini pun juga terkadang latihan jadi reseller dan dijual online via FB.

Nah dari kemarin tuh lihat postingan olshop dan kawan-kawan juga status yang lewat, tentang katun jepang premium, katun jepang ori, katun jepang reaktif  dan memang sudah lama juga kita perhatikan masih banyak yang ragu dengan kain jepang, terkait ori atau ngganya... polemiknya ada di soal harga, kualitas bahan, warna/motif, penampakannya, perwajahannya daaaaaannnn kebanyakan selalu disimpulkan kalau yang ori pastilah mahal. By the way, ori itu singkatan dari original alias asli ya Kawans. Sedang, katun jepang sendiri biasa disingkat KJ atau Katjep. So sementara ini yang berkembang kesimpulannya adalah kalau ori pasti dan sudah sewajarnya mahal, kalau yang murah meriah kemungkinan besar palsu alias ga asli.
Nah sekarang soal kualitas dan karakter bahan yang bikin beda dengan  katun lokal yang kita kenal selama ini. Ternyata katun jepang dari segi seratnya lebih rapat Say (Kalau mau lebih jelas dan kentara, coba disandingin aja, pasti kelihatan kerapatan seratnya) dan katun jepang ini terbuat dari 100% cotton tanpa campuran bahan sintetis apapun, nah ini nih yg bikin katun jepang itu adeeem bangeet... kl dr sisi warna dan motif betul memang katun jepang itu lbh berwarna atau collorfull dengan motif yang cerah, lucu dan berbunga-bunga #sepertihatiku...  qiqi...

Udah Jadi dan SOLD OUT koleksi foto TBM RUMAH ASA
Kalau dari sisi penampakan ada yang bilang kalau yang ori itu mengkilap atau shiny, ada betulnya tapi juga ngga selalu.. Lho kok bisa..hehe...ya itu tadi karena memang print warna katun jepang itu sangat collorfull, sehingga terkesan shiny, tapi ini tidak menunjukkan kalau karakter bahannya shiny, beda dengan misalnya bahan satin, maxmara, velvet  atau baloteli yang memang karakter bahannya mengkilap. Kemudian si katjep ini memang lebih awet kualitas warnanya, ini testimoni aja dari beberapa orang yang udah punya dan seringkali dicuci.

Naaaah yang terakhir nih soal harga yang bikin saya tergelitik geli...haha... Mosok dibilang kalau yang murah kemungkinan bukan ori... Hmmm gak juga sih ya, mungkin Anda mindset aja, karena soal mahal/tdk itu juga sangat relatif, kalau Mbak Bro beli di brand/olshop terkenal, tentu saja akan mahal karena perjuangan untuk  mengenalkan sebuah brand itu juga suatu hal yang ngga mudah. Belum lagi terkait aspek lainnya, Seperti produksi, sarana promosi, tempat dan hal lainnya...


Aaah ngga kok Mba, saya beli di tempat/olshop yang biasa aja, brandnya juga ngga terkenal, tapi kok ya tetep mihilnya super duper... nah kalau dari sisi ini bisa jadi anda beli bukan pada tangan pertama, atau anda beli pada tangan pertama tapi  produksinya masih terbatas, atau memang modelnya motifnya kombinasinya terbatas misal hanya ada 1 untuk 1 dress. Jadi memang persoalan kembali relatif. Juga kembali ke konsumen juga, biasanya konsumen suka kan egonya terpenuhi, barang limited, kualitas bagus, jahitan bahkan super butik, tentu ga bisa murah dong. Bahkan bisa jadi harga 1 juta pun bagi kalangan tertentu akan teramat sangat murahnya. Untuk soal ini bahkan sesama produsen pun ada yang bisa jual dengan harga sangat murah atau sangat mahal, ini juga terkait dengan si produsen bisa enggaknya mendapatkan suplier/importir bahan yang jatuhnya murah. Iya kan?

Terus satu lagi nih, untuk katun jepang yang ori selalu ditepi kainnya ada tulisan japan design 100% cotton/ print cotton japan/ pure japanese cotton (ada lambang warna) dan sejenisnya...tapiii ini ngga bisa dilihat/dicari digamis yang sudah jadi (belum tentu ketemu) karena ini adanya dibagian tepi bahan yang belum tentu terpakai. Ntar dirumah dicari-cari lagi, lho mana Mba, katanya ada tulisan japan design, kok ini ngga ada... Hahahahaha ah kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar